Jatibeningcorpsegrinder’s Weblog

December 30, 2008

Turunnya tarif telekomunikasi terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masayarakat Indonesia.

Filed under: Uncategorized — jatibeningcorpsegrinder @ 6:50 pm

Entah karena mendengarkan himbauan pemerintah untuk menurunkan tarif komunikasi seluler atau karena motif ekonomi, atau juga menurunkan tarif untuk menarik pelanggan sebanyak-banyaknya. Yang pasti, tarif komunikasi seluler telah diturunkan oleh operator. Walaupun sebenarnya tarif tersebut masih bisa diturunkan. Kalau membaca berita koran, majalah, tabloid, atau di media lain, motif menurunkan tarif seluler karena operator ingin meningkatkan loyalitas dan pertumbuhan jumlah pelanggan. Selain itu juga karena adanya persaingan antar operator untuk menarik minat pelanggan maupun calon pelanggan. Ironisnya, pertumbuhan pelanggan tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan. Jaringan sering mengalami gangguan, sulit melakukan panggilan, sering putus ketika menelepon, atau bahkan gangguan saat mengirim dan menerima SMS.

Saat ini, semua lapisan masyarakat telah menikmati layanan telekmunikasi. Tidak terkecuali masyarakat di pedesaan yang bahkan sarana dan prasarana transportasinya belum memadai. Tua, muda dan bahkan anak-anak juga bisa menikmati layanan telekomunikasi. Tradisi berkunjung ke sanak saudara, tetangga, teman, rekan bisnis dan lain-lain telah tergantikan dengan tegur sapa dan menanyakan kabar dengan menggunakan sarana telekomunikasi. Para pengusaha menggunakan sarana telekomunikasi untuk membicarakan bisnis dan kerja sama. Atasan berkoordinasi dengan bawahannya dengan telekomunikasi. Di bidang pendidikan, telekomunikasi untuk menambah pengetahuan melalui internetnya.

Sebagai produk teknologi, telekomunikasi menjelma sebagai satu kebutuhan pokok manusia modern. Telekomunikasi bukan lagi barang mewah. Anak Sekolah Dasar (SD) sekarang sudah mempunyai handphone berkamera dan fitur komplit, temannya yang tidak punya merengek-rengek pada orang tuanya untuk dibelikan handphone seperti milik temannya. Pencari rumput dan pengembala ternak juga sudah memiliki handphone. Itulah sedikit contoh. Yang dulu tidak biasa kini menjadi biasa.

Apakah ini semua adalah dampak dari penurunan tarif telekomunikasi ? Sejujurnya, tidak. Semakin banyak orang menggunakan sarana telekomunikasi bukan karena tarif yang murah tapi karena kebutuhan. Kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan rohani contohya, orang memiliki sambungan telepon karena ingin menunjukkan kalau dirinya orang berkelas, orang memiliki handphone berfitur canggih dan terbaru karena ingin dianggap selalu mengikuti kecanggihan teknologi dan trend. Kebutuhan jasmani contohnya, orang memasang telepon atau membeli handphone karena memang butuh untuk memudahkan dirinya berkomunikasi dengan keluarga, saudara, teman, tetangga, dan rekan bisnis yang jauh jaraknya.

Turunnya tarif telekomunikasi hanya berpengaruh pada intensitas penggunaan telekomunikasi menjadi meningkat, sementara bertambahnya pengguna telekomunikasi dikarenakan makin murah handphone atau sarana telekomunikasi lain.

Sebenarnya masyarakat malah dibikin bingung mengenai tarif telekomunikasi, khususnya komunikasi via seluler. Faktanya, seseorang bisa memiliki beberapa kartu walaupun dia hanya punya satu handphone. Untuk SMS pakai kartu ini, untuk telepon pakai kartu itu. Jadi kalau operator seluler mengklaim kalau pelanggannya bertambah itu adalah dari pelanggan yang masih bingung mau menggunakan operator yang mana.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.